Jenis-Jenis Resistor: Fungsi, Perbedaan dan Contohnya
Resistor merupakan salah satu komponen dasar elektronika yang berfungsi menghambat aliran arus listrik, membagi tegangan, dan mengatur kondisi kerja suatu rangkaian.
Resistor digunakan pada berbagai perangkat elektronik, mulai dari Arduino, rangkaian LED, amplifier audio, power supply, hingga peralatan industri.
Meskipun memiliki fungsi dasar yang sama, resistor tersedia dalam berbagai bentuk, ukuran, nilai hambatan, serta kemampuan daya.
Beberapa jenis resistor yang umum dijumpai adalah resistor 1/4 watt, resistor SMD, resistor kapur 5W, potensiometer, trimpot, dan multiturn trimpot.
Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan masing-masing resistor, fungsi, cara membaca nilainya, serta tips memilih resistor yang tepat untuk proyek elektronika.
Gambar 1 — Jenis-Jenis Resistor Elektronik

Berbagai jenis resistor elektronik, mulai dari resistor tetap, resistor daya tinggi, hingga resistor variabel.
Apa Itu Resistor?
Resistor adalah komponen elektronik pasif yang memiliki nilai hambatan listrik dalam satuan Ohm (Ω).
Nilai hambatan menentukan besarnya arus yang dapat mengalir melalui resistor ketika diberikan tegangan tertentu.
Hubungan tegangan, arus, dan hambatan dijelaskan melalui Hukum Ohm:
V = I × R
Keterangan:
-
V = Tegangan (Volt)
-
I = Arus listrik (Ampere)
-
R = Hambatan (Ohm)
Sebagai contoh, apabila resistor 1.000Ω dipasang pada sumber tegangan 5V, arus teoritis yang mengalir melalui resistor tersebut adalah:
I = V / R
I = 5 / 1.000
I = 0,005A atau 5mA
Perhitungan tersebut berlaku untuk resistor yang mendapat tegangan 5V langsung pada kedua terminalnya.
Selain nilai hambatan, pengguna juga harus memperhatikan kemampuan resistor dalam membuang daya panas.
Jenis-Jenis Resistor Berdasarkan Fungsi dan Bentuk
Secara umum, resistor dapat dikelompokkan menjadi resistor tetap, resistor variabel, dan resistor yang nilai hambatannya berubah mengikuti kondisi tertentu.
Dalam praktik elektronika, resistor juga dibedakan berdasarkan bentuk fisik, metode pemasangan, dan kemampuan daya.
Berikut enam jenis resistor yang tersedia dalam katalog produk AhrarTech.
1. Resistor 1/4 Watt (0,25W)
Resistor 1/4 watt merupakan jenis resistor tetap yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronika dasar.
Resistor ini biasanya memiliki bentuk silinder kecil dengan dua kaki kawat pada kedua ujungnya.
Nilai hambatannya dapat dikenali melalui gelang warna pada badan resistor.
Fungsi Resistor 1/4 Watt
Resistor jenis ini digunakan untuk:
-
Membatasi arus pada rangkaian LED.
-
Membuat pembagi tegangan.
-
Menentukan kondisi kerja transistor.
-
Membuat rangkaian pull-up dan pull-down.
-
Berbagai proyek Arduino dan elektronika DIY.
Contoh nilai resistor yang tersedia pada salah satu katalog AhrarTech:
| Nilai | Hambatan |
|---|---|
| 68Ω | 68 Ohm |
| 680Ω | 680 Ohm |
| 6K8 | 6.800 Ohm |
| 68K | 68.000 Ohm |
| 680K | 680.000 Ohm |
Angka 1/4 watt menunjukkan rating daya nominal sebesar 0,25 watt, bukan nilai hambatan resistor.
Untuk menjaga keandalan, pilih resistor dengan rating daya yang memiliki margin di atas disipasi aktual dan perhatikan kondisi suhu serta pemasangan.
Lihat Resistor 1/4 Watt di Shopee AhrarTech
2. Resistor SMD 0805
Resistor SMD (Surface Mount Device) merupakan resistor yang dirancang untuk dipasang langsung pada permukaan PCB.
Berbeda dengan resistor biasa yang mempunyai kaki panjang, resistor SMD memiliki bentuk persegi panjang kecil dengan terminal logam pada kedua ujungnya.
Salah satu ukuran yang umum digunakan adalah 0805, dengan dimensi nominal sekitar 2,0 × 1,25 mm.
Fungsi Resistor SMD
Resistor SMD banyak digunakan pada:
-
PCB perangkat elektronik modern.
-
Rangkaian mikrokontroler.
-
Modul sensor.
-
Smartphone dan perangkat portabel.
-
Rangkaian pengolahan sinyal.
-
PCB dengan ruang pemasangan terbatas.
Salah satu produk yang tersedia di AhrarTech adalah Resistor SMD 0805 100K dengan toleransi 1%.
Artinya, resistor mempunyai nilai nominal 100.000Ω dengan toleransi ±1%.
Rentang hambatan sesuai toleransi adalah sekitar 99.000–101.000Ω.
Perlu diperhatikan: Ukuran 0805 tidak otomatis menunjukkan rating daya tertentu. Rating daya harus disesuaikan dengan spesifikasi seri resistor yang digunakan.
Lihat Resistor SMD 0805 100K di Shopee AhrarTech
3. Resistor Kapur 5 Watt
Resistor kapur 5W, sering disebut cement resistor, merupakan resistor daya yang menggunakan rumah pelindung keramik atau semen khusus.
Jenis ini dirancang untuk membuang daya lebih besar dibandingkan resistor kecil pada umumnya.
Resistor kapur 5W memiliki rating disipasi daya nominal sebesar 5 watt pada kondisi yang ditentukan produsennya.
Walaupun memiliki daya lebih besar, resistor tetap menghasilkan panas saat dialiri arus.
Fungsi Resistor Kapur
Resistor ini dapat digunakan pada:
-
Rangkaian power supply.
-
Rangkaian amplifier tertentu.
-
Pembatas arus yang sesuai perhitungan.
-
Beban pengujian berdaya rendah hingga sedang.
-
Rangkaian pengukuran arus dengan resistor bernilai rendah.
Contoh varian hambatan rendah dari katalog AhrarTech:
| Nilai | Hambatan |
|---|---|
| 0.1Ω | 0,1 Ohm |
| 0.22Ω | 0,22 Ohm |
| 0.33Ω | 0,33 Ohm |
| 0.47Ω | 0,47 Ohm |
| 0.5Ω | 0,5 Ohm |
Contoh Perhitungan Daya Resistor
Misalnya resistor 0,22Ω dialiri arus sebesar 2A.
Rumus daya:
P = I² × R
P = 2² × 0,22
P = 0,88 watt
Dengan disipasi daya sekitar 0,88W, resistor ber-rating 5W memiliki margin terhadap daya tersebut, asalkan kondisi pemasangannya sesuai spesifikasi.
Namun, resistor tetap dapat menjadi panas. Hindari menyentuhnya saat bekerja dan berikan jarak dari material yang sensitif terhadap panas.
Lihat Resistor Kapur 5W di Shopee AhrarTech
4. Potensiometer Putar (Variable Resistor)
Potensiometer adalah resistor variabel yang nilai hambatan efektifnya dapat diatur melalui putaran poros.
Potensiometer umumnya memiliki tiga terminal, terdiri dari dua terminal ujung elemen resistif dan satu terminal tengah yang disebut wiper.
Saat poros diputar, posisi wiper berubah sehingga pembagian hambatan pada kedua sisi juga berubah.
Fungsi Potensiometer
Potensiometer biasa digunakan untuk:
-
Mengatur volume perangkat audio pada rangkaian yang sesuai.
-
Memberikan masukan analog ke Arduino.
-
Mengatur referensi tegangan.
-
Menyesuaikan parameter rangkaian kontrol.
-
Membuat antarmuka pengaturan manual.
Pilihan Nilai Potensiometer
Beberapa varian katalog AhrarTech meliputi:
| Varian | Nilai Hambatan Nominal |
|---|---|
| 20K | 20.000Ω |
| 500K | 500.000Ω |
| 1M | 1.000.000Ω |
Sebagai contoh, potensiometer 20K memiliki hambatan nominal sekitar 20.000Ω di antara kedua terminal ujungnya.
Ketika dipakai sebagai pembagi tegangan, keluaran pada wiper dapat berubah mengikuti posisi putaran.
Catatan: Potensiometer biasa tidak boleh langsung digunakan sebagai pengendali beban besar tanpa rangkaian driver yang sesuai. Perhatikan rating daya dan arus pada wiper.
Lihat Potensiometer Putar di Shopee AhrarTech
5. Resistor Trimpot 100K (104)
Trimpot atau trimmer potentiometer merupakan resistor variabel berukuran kecil yang biasanya dipasang langsung pada PCB.
Tidak seperti potensiometer putar dengan poros panjang, trimpot umumnya disetel menggunakan obeng kecil.
Jenis ini lebih cocok untuk pengaturan atau kalibrasi yang tidak perlu diubah secara terus-menerus.
Fungsi Trimpot
Trimpot banyak digunakan untuk:
-
Kalibrasi tegangan referensi.
-
Pengaturan sensitivitas sensor.
-
Pengaturan ambang batas rangkaian komparator.
-
Penyetelan rangkaian elektronik.
-
Kalibrasi parameter tertentu pada modul.
Apa Arti Kode 104?
Kode 104 merupakan kode hambatan tiga digit.
Dua digit pertama menunjukkan angka utama, sedangkan digit terakhir menunjukkan jumlah angka nol.
104 = 10 × 10⁴
104 = 100.000Ω = 100KΩ
Dengan demikian, trimpot berkode 104 mempunyai hambatan total nominal sebesar 100KΩ.
Lihat Trimpot 100K di Shopee AhrarTech
6. Multiturn Trimpot 100K
Multiturn trimpot adalah resistor variabel yang dirancang untuk memberikan pengaturan lebih halus melalui beberapa putaran sekrup.
Pada trimpot single-turn, perubahan hambatan dari satu ujung ke ujung lainnya terjadi dalam sekitar satu putaran atau kurang.
Sementara itu, multiturn menggunakan mekanisme pengaturan bertahap, sehingga perubahan hambatan per putaran lebih kecil.
Jumlah putaran bergantung pada model dan spesifikasi komponennya.
Fungsi Multiturn Trimpot
Multiturn cocok digunakan untuk:
-
Kalibrasi tegangan yang membutuhkan penyetelan halus.
-
Pengaturan ambang sensor.
-
Penyetelan referensi rangkaian.
-
Kalibrasi peralatan ukur.
-
Pengaturan parameter rangkaian analog.
Perbedaan Trimpot Biasa dan Multiturn
| Aspek | Trimpot Biasa | Multiturn Trimpot |
|---|---|---|
| Pengaturan | Sekitar satu putaran | Beberapa putaran |
| Penyetelan | Lebih cepat | Lebih halus |
| Bentuk umum | Kecil dan ringkas | Sering berbentuk kotak memanjang |
| Penggunaan | Kalibrasi sederhana | Kalibrasi yang perlu pengaturan detail |
| Harga | Umumnya lebih ekonomis | Dapat lebih tinggi |
Multiturn memudahkan penyetelan, tetapi tidak otomatis memiliki toleransi resistansi yang lebih baik. Ketelitian nominal tetap bergantung pada spesifikasi komponen.
Lihat Multiturn Trimpot 100K di Shopee AhrarTech
Gambar 2 — Perbandingan Resistor Tetap dan Variabel

Perbedaan resistor tetap dan resistor variabel berdasarkan bentuk, fungsi, serta metode pengaturannya.
Tabel Perbandingan Jenis-Jenis Resistor
Berikut rangkuman keenam produk resistor yang dibahas.
| Jenis Resistor | Nilai / Rating Contoh | Karakteristik | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|---|
| Resistor 1/4W | 68Ω sampai 680KΩ | Tetap, axial, 0,25W | LED, Arduino, rangkaian dasar |
| Resistor SMD 0805 | 100KΩ ±1% | Tetap, pemasangan permukaan | PCB elektronik |
| Resistor Kapur | 0,1Ω–0,5Ω, 5W | Tetap, daya lebih besar | Rangkaian daya |
| Potensiometer | 20K, 500K, 1M | Dapat diputar | Kontrol analog |
| Trimpot | 100K (104) | Pengaturan dengan obeng | Kalibrasi rangkaian |
| Multiturn | 100K (104) | Penyetelan lebih halus | Kalibrasi detail |
Perlu dipahami bahwa daya, bentuk fisik, dan nilai resistansi merupakan karakteristik berbeda yang semuanya perlu dipertimbangkan ketika memilih resistor.
Cara Membaca Nilai Resistor
Nilai hambatan resistor dapat ditentukan melalui gelang warna, kode angka, atau pengukuran langsung menggunakan multimeter.
1. Resistor Gelang Warna
Resistor axial umumnya menggunakan gelang warna untuk menunjukkan angka resistansi serta toleransinya.
Pada resistor empat gelang, tiga gelang pertama berkaitan dengan nilai hambatan dan pengali, sedangkan gelang terakhir menunjukkan toleransi.
2. Resistor SMD
Beberapa resistor SMD menggunakan kode angka.
Contoh:
| Kode | Nilai |
|---|---|
| 101 | 100Ω |
| 102 | 1KΩ |
| 103 | 10KΩ |
| 104 | 100KΩ |
| 105 | 1MΩ |
Kode tersebut mengikuti sistem tiga digit. Beberapa resistor SMD menggunakan sistem penandaan lain atau tidak memiliki tulisan karena ukuran fisiknya kecil.
3. Potensiometer dan Trimpot
Potensiometer dan trimpot dapat menggunakan kode seperti 103, 104, atau 105 yang menunjukkan hambatan nominal.
Namun, nilai hambatan antara terminal tengah dan salah satu ujung akan berubah saat komponen disetel.
Gambar 3 — Cara Membaca Nilai Resistor

Contoh cara membaca nilai hambatan pada resistor gelang warna, resistor SMD, dan trimpot.
Cara Mengukur Resistor Menggunakan Multimeter
Untuk memastikan nilai resistor, gunakan multimeter pada mode pengukuran Ohm (Ω).
Langkah Pengukuran
-
Matikan sumber daya rangkaian.
-
Lepaskan resistor dari rangkaian jika diperlukan agar komponen lain tidak memengaruhi hasil.
-
Atur multimeter pada mode Ohm (Ω).
-
Sentuhkan probe merah dan hitam pada kedua terminal resistor.
-
Baca nilai hambatan yang ditampilkan.
-
Bandingkan hasil dengan nilai nominal dan toleransi resistor.
Pada potensiometer tiga terminal, hambatan antara kedua terminal ujung umumnya mendekati nilai nominal total.
Sementara itu, hambatan antara terminal tengah dan salah satu ujung akan berubah ketika poros diputar.
Untuk mengukur resistor bernilai sangat rendah, hambatan kabel probe juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pembacaan.
Gambar 4 — Pengukuran Resistor dengan Multimeter

Cara mengukur nilai hambatan resistor menggunakan multimeter digital pada mode Ohm.
Tips Memilih Resistor untuk Proyek Elektronika
Sebelum membeli resistor, perhatikan beberapa hal penting.
1. Nilai Hambatan
Pilih nilai Ohm sesuai perhitungan rangkaian. Nilai resistor yang tidak sesuai dapat mengubah arus atau tegangan kerja.
2. Rating Daya
Pastikan resistor mampu membuang daya panas yang dihasilkan.
Sebagai contoh, resistor 1/4W tidak boleh langsung diganti menjadi resistor daya lebih kecil tanpa menghitung disipasi dayanya.
3. Toleransi
Resistor dengan toleransi 1% memiliki rentang nilai yang lebih sempit dibandingkan resistor dengan toleransi 5%.
4. Bentuk dan Metode Pemasangan
Gunakan resistor axial untuk pemasangan through-hole, sedangkan resistor SMD untuk PCB yang dirancang menggunakan komponen surface mount.
5. Kebutuhan Pengaturan
Apabila hambatan perlu disesuaikan, gunakan potensiometer atau trimpot dengan spesifikasi yang sesuai.
6. Frekuensi Penyetelan
Gunakan potensiometer panel untuk pengaturan yang sering dilakukan, sedangkan trimpot lebih cocok untuk kalibrasi sesekali.
FAQ Jenis-Jenis Resistor
Apa perbedaan resistor tetap dan resistor variabel?
Resistor tetap memiliki nilai hambatan nominal yang tidak diatur pengguna, sedangkan resistor variabel memungkinkan hambatan efektif disesuaikan.
Apakah resistor kapur 5W lebih baik daripada resistor 1/4W?
Tidak selalu. Resistor kapur mempunyai rating daya lebih tinggi, tetapi pemilihannya bergantung pada hambatan, toleransi, ukuran, dan kebutuhan rangkaian.
Apa perbedaan potensiometer dan trimpot?
Potensiometer panel biasanya digunakan untuk pengaturan yang sering dilakukan, sedangkan trimpot biasanya digunakan untuk kalibrasi atau pengaturan internal rangkaian.
Apa keuntungan multiturn dibandingkan trimpot biasa?
Multiturn memungkinkan penyetelan hambatan secara lebih halus melalui beberapa putaran sekrup.
Apa arti resistor 104?
Pada sistem kode resistansi tiga digit, 104 menunjukkan nilai nominal 100.000Ω atau 100KΩ.
Apakah resistor SMD bisa menggantikan resistor biasa?
Bisa pada kondisi tertentu apabila nilai hambatan, toleransi, rating daya, rating tegangan, serta kebutuhan pemasangannya sesuai.
Apakah resistor memiliki polaritas positif dan negatif?
Resistor tetap biasa pada umumnya tidak memiliki polaritas. Potensiometer juga tidak memiliki polaritas seperti dioda, tetapi susunan terminal menentukan arah perubahan tegangan saat diputar.
Beli Berbagai Jenis Resistor di AhrarTech Surabaya
AhrarTech Surabaya menyediakan berbagai pilihan resistor untuk kebutuhan elektronika, Arduino, perbaikan PCB, perakitan perangkat, dan proyek DIY.
Pilihan produk meliputi:
Sebelum membeli, pastikan nilai hambatan, bentuk, dan rating daya sesuai dengan kebutuhan rangkaian.
Dengan memahami perbedaan jenis resistor, Anda dapat memilih komponen yang lebih tepat untuk membuat rangkaian elektronik yang aman dan berfungsi sesuai perencanaan.